SISI MASKULIN DAN FEMININ PADA ANAK

1 tahun yang lalu      Artikel

  SISI MASKULIN DAN FEMININ PADA ANAK.

Adek, kan Adek itu perempuan...., kok, main mobil-mobilan?" kata seorang ibu ada anaknya. Ibu yang Iain berujar, "lh, masak anak Iaki-laki senang boneka!” Ya, kita mungkin seringimendengar ucapan-ucapan yang seperti itu. Menurut Wara mawati, M.Psi, Psikolog., psikolog di Lembaga Psikologi Jagaddhita, sudah pasti akan ada pro-kontra mengenai kategorisasi alat bermain' tersebut karena memang ada stereotip dalammasyarakat bahwa Iaki-laki identik dengan mobil Serta boneka untuk anak perempuan.

  Stereotip tersebut, bisa disebut sebagai Stereotip gender, yang berkaitan dengan keyakinan yang Iuas tentang perilaku tepat bagi Iaki-laki dan perempuan papar psikolog dari Poliklinik Psikologi dan Kesehatan Mental Atlet Rumah Sakit Olahraga Nasional ini. Stereotip tersebut yang memunculkan kesepakatan yang tidak tertulis mengenai kategorisasi alat bermain anak sesuai gender nya. 'Stereotip ini tidaklah selamanya buruk dan tidak semuanya juga baik. Penelitian Go lombok (2009) mengungkapkan, perilaku bermain boneka pada perempuan dan bermain mobil pada Iaki-laki meningkat pada masa usia prasekolah dan akan terus dilakukan hingga usia 8 tahun/karena secara naluriah anak-anak akan mencari kenyamanan dengan anak lain yang mempunyai kesamaan lebih banyak.

Anak cenderung berkelompok sesuai gendernya. Membedakan mainan berdasarkan gender 'bisa menjadi salah satu media (belajar anak untuk mengenal diri dan perbedaan dengan Iawan jenis. "Namun di sisi lain, hal tersebut membuat anak terpaku hanya pada satu pilihan saja, sehingga pandangannya menjadi kurang luas. la akan mengotakkan diri dalam bergaul, malu ketika harus bermain ,dengan Iawan jenis, yang justru membuat kemampuan sosial mereka kurang berkembang dengan optimal. "Oleh karenanya, orangtua perlu memasuk kan unsur, pembelajaran peran gender pada anak Iaki-laki dan perempuan dalam bermain. “Boneka ' dan mobil-mobilan adalah sarana bermain sehingga seharusnya bisa dimainkan oleh siapa saja. Peran penting justru ada di mainantersebut,”jeIasWara. 

Biarkan anak Bermain sesukanya, Karena Bermain ltu Universal

Pada hakikatnya bermain adalah suatu kegiatan yang universal. Bemain dapat dilakukan oleh siapa saja, baik Iaki-laki maupun perempuan. Hanya saja untuk alat bermain, memang ada yang diperuntukkan untuk anak Iaki-laki atau sebaliknya. Yang  membedakan peruntukan tersebut adalah kesukaan/pilihan anak terhadap -mainan atau alatbermain yang dia miliki.

Nah, anak Iaki-laki yang bermain boneka dan alat makeup tidak dapat langsung dilabel mengarah ke wanita, hanya saja perlu jenis permainan yang berbeda. Misal, boneka diajak naik 'mobil-mobilan sebagai penumpang atau boneka gajah menjadi temannya menolong boneka monyet yang Iagi sakit. Sebaliknya perempuan yang bermain pistol belum tentu dikategorikan sebagai anak yang tomboi. Bisa jadi dia sangat mengidolakan ibu polwan yang menolongnya  menyeberang jalan. Dengan asosiasi bahwa polisi memiliki pistol maka anak perempuan ini bermain pistol seolah- olah sedang menolong orang.

Jadi, semua tergantung peran apa yang dilekatkan pada alat bantu bermain tersebut dan bagaimana anak menanggapi stimulus yang terciptal Melalui bermain, baik menggunakan alat atau tidak, anak belajar mengembangkan konsep diri sesuai dengan jenis kelamin dan peran gender yang diharapkan kepadanya.

"Yang perlu diperhatikan orangtua adalah apakah respon anak sesuai dengan peran gender yang melekat padanya.” Maka, cermati dan dampingi anak dalam bermain karena bisa jadi preferensi atau pilihan bermain anak mengadaptasi dan meniru contoh yang kurang baik dan tidak sesuai dengan perkembangan anak. Misal, anak Iaki-laki memakai lipstik karena meniru gaya pelawak televisi yang banyak digemari orang karena berlagak seperti wanita. ~.

Bermain Tanpa Labeling Pada Anak.

Konon, di Australia sampai ada suatu kampanye untuk masyarakat agar mengenalkan pada anak-anaknya permainan tanpa gen tanpa ada labeling terhadapnya. Misalnya robot untuk Iaki-laki atau Barbie untuk perempuan. Label mainan bisa jadi pembatas bagi perkembangan kreativitas anak karena ia dipaksa hanya mengenal satu sisi maskulin/ feminin, tanpa mengenal identitas gender Iawanjenisnya.

 Membedakan permainan dalam gender nya juga dimaksudkan untuk membentengi kesalahan anak dalam melihat peran gender terkait jenis kelamin, atau secara ekstrim agar anak tetap pada jalur gendernya dan tidak mengalamipenyimpangan. Dengan adanya pembatasan gender. pada label mainan bisa menjadipenghambat tumbuh kembang anak. Anak adalah individu yang bebas dalam berkreasi dan bersikap sehingga tidak perlu ada pembatasan jenis mainan untuk mereka. Stereotip yang dilekatkan, pada mainan membatasi minat dan keingintahuan anak.

Sebagai contoh, karena ayahnya bekerja di kebun binatang, si anak Iaki-laki ingin mengoleksi boneka binatang sebagaimana dia lihat di kebun binatang. Apabila boneka hanya dibatasi untuk kaum wanita, alangkah sedihnya anak tersebut, demikian juga sebaliknya. "Layaknya kampanye ini dapat menjadi titik tolak bahwa anak perlu mengenal sisi maskulin maupun feminin dalam mainannya agar kelak mereka menjadi pribadi yang lebih terbuka dan meminimalisasi munculnya unsur keakuanlsebagai Iaki-laki maupun perempuan

Bermain Bagi Anak Adalah Belajar

Lalu, secara konkret, bagaimana penerapan yang tepat “permainan tanpa gender" bagi si buah hati? Sebenarnya permainan tanpa gender ini banyak ditemui dalampermainan anak yang selama ini mungkin sudah dilakukan namun terkadang orangtua tidak menyadarinya, seperti melompat, berlari, bermain warna, bermain air, ,atau permainan yang bisa dibuat sendiri alat peraganya oleh anak maupun orangtua.

Semua permainan bisa menjadi permainan tanpa genderlasalkan orangtua mampu memberikan penjelasan terkait makna di balik Permainan tersebut. Anak laki-laki bermain mobil-mobilan akan menjadi hanya sebatas bermain tanpa edukasi apabila tidak ada intaraksi antara anak dan lingkungan nya dalam proses bermain. Akan berbeda jika anak laki-laki bermain boneka tetapi orang tua memberikan edukasi dalam proses bermain nya.

Contoh pada usia prasekolah,ajak anak untuk mengekplorasi lingkungan nya dengan gerak fisik yang melibatkan seluruh panca indra seperti bermain tekstur dengan beras atau jeli, merasakan sensasi dingin dengan bola-bola es, atau membedakan buah dari warna kulitnya. Mereka juga bisa diajak melakukan riset sederhana, seperti bagaimana terjadi. hujan, kenapa daun berwarna hijau, bagaimana pesawata bisa terbang, dengan alat bermain yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan untuk anak usia sekolah, permainan Iebih baik yang mengarah pada keterampilan sosial dalam kegiatan bermain yang berkelompok, seperti permainan tradisional, berkebun, berolahraga. Menurut 'penelitian Khasanah dkk (2011), permainan tradisional dapat mengembangkan kecerdasan fisik, kognitif, spasial, spiritual, dan kecerdasan interpersonal anak. Selain itu, dapat juga melakukan permainan dengan strategi seperti halma, ular tangga, atau berkonstruksi membangun lego.

Yang jelas, esensi dari bermain adalah belajar yang menyenangkan. Baik bagi anak Iaki-laki maupun perempuan, semua jenis mainan atau' permainan bisa mereka eksplorasi tanpa mengenal gender. Menurut penel-itian Arundati, (2012), anakyperlu dikenalkan pada peran maskulin mau feminin sekaligus agar anak mengembangkan diri sesuai minatnya, bukan karena alasan gender.Oleh karena itu,Q ada beberapa hal yang perlu sangat diperhatikan orangtua dalam menyediakan media bermain bagi anak, diantaranya:

  • Berikan permainan atau kegiatan bermain yang sesuai dengan usiagdan tahapan perkembangananak.
  • Berilah permainan yang melibatkan seluruh indranya.
  • Eksplorasilah lingkungan agar bisa menjadi media bermain anak, bahkan kardus bekas sekalipun.
  • Kembangkan imajinasi, konsentrasi, dan kebebasan dalam bermain.
  • Jadikan minat, ketertarikan, dan kesukaan anak menjadi media ia belajar.
  • Anak adalah miniatur orangtua. Selain menyediakan media bermain, anak membutuhkan kehadiran dan keterlibatan orangtua menemani serta mendampinginya bermain. Sebab yang menjadi penting bagi anak bukan alat bermain nya atau jenis permainannya, tatapi bagaimana anak belajar suatu hal dari keduannya karena bermain sama seperti belajar. Sebagaimana albert einstein berkata, “play is highest form of research”.

  Sumber : NOVA   

FANFI FASHION SHOP

Kami menyediakan aneka baju Branded  baik Baju anak dan baju dewasa. Produk berkualitas dengan harga Murah terjangkau. Kami adalah Supplier Tangan Pertama karena mengambil Baju langsung dari Pabrik.

Jual secara Ecer, Grosir dan Partai juga karungan / bal-balan. Menerima Reseller baju dan Dropship.

Nikmati berbagai Promo dan Diskon, mulai dari Voucher, Gratis Pulsa, Diskon berganda dan banyak Surprise Kado dari kami.

Hubungi kami segera :

WA : +62 -8122373-4994 atau 0813-2123-8833 atau  0812-2238-9290

  • Taman Pondok Mas Indah Ruko No, 18. Baros, Cimahi. Jawa Barat. Indonesia.
  • Kompleks Ruko TOWN PLACE, Jl. Sentra Raya No. 24, Cimahi, Jawa Barat.

Untuk Order dan Cek Harga Produk silakan klik :

WWW.PUSATBAJUMURAH.COM

 

Dapatkan Free Ongkir dan keringanan belanja dengan sistem cicilan, jika anda mengorder via toko kami di marketplace : shopee Fanfifashion, atau di Bukalapak : Fanficollection.

https://shopee.co.id/fanfifashion

https://www.bukalapak.com/u/fanficollection

Ikuti terus info terupdate produk di Instagram kami : @ fanfifashion

WWW.INSTAGRAM.COM/FANFIFASHION

Pakaian Anak, Baju Anak Murah, Baju Anak Perempuan, Baju Anak online, Baju Anak Import,
Baju Pesta Anak, Baju Terbaru Anak, Baju Branded Anak, Pusat Baju Murah, Grosir Baju Murah, Baju Anak Perempuan, Grosir Baju Anak, Baju Online, Toko Online Baju,
Jual Baju Murah, Supplier Baju Murah, Toko Baju Anak, Baju Bayi, Baju Branded Murah, Baju Anak Murah,
Baju Anak Laki Laki, Baju Branded Anak, Baju Anak Branded, Baju Grosir Murah, Baju Online Shop,
Jual Baju Online, Baju Branded Grosir, Baju Bayi Branded, Reseller Dropship Baju, Dropship Baju Anak,
Grosir Baju Murah Online, Baju Anak Terbaru, Agen Baju Anak, Supplier Baju Anak, Online Baju Murah,
Toko Baju Murah, Baju Branded Online, Baju Bayi Murah, Grosir Baju Bayi,




Komentar Artikel "SISI MASKULIN DAN FEMININ PADA ANAK"