PENGERTIAN RESELLER DAN DROPSHIPER

1 tahun yang lalu    

PENGERTIAN RESELLER DROPSHIPER

 

Pada Era ekonomi global seperti sekarang ini, dimana trading via internet sudah menjadi kehidupan sehari-hari, istilah reseller dan dropshipper sudah sering kita dengar. Untuk pembahasan kali ini baiknya kita samakan saja persepsi kita atas definisi Reseller dan Dropshipper.

 

Kata RESELLER berasal dari kata-kata RE-SELL, yang berarti menjual kembali. Jadi Definisi RESELLER adalah individu (perorangan atau perusahaan) yang membeli barang atau jasa dengan tujuan menjual kembali barang/jasa tersebut untuk mendapatkan keuntungan. (Jadi tidak untuk mengkonsumsi/menggunakannya sendiri. Terkadang juga dalam penjualan reseller mengalami kerugian). Biasanya Reseller membeli dari supplier dari jumlah banyak dan menyebarkannya kepada customer secara ecer. Oleh Karena itu sifat bisnis mereka disebut pengecer (retailer). Untuk itu terkadang reseller melakukan pembelian untuk stock barangnya.

 

Kata DROPSHIPPER berasal dari kata DROP SHIP, yang berarti pengiriman barang (pesanan) ke tujuan/tempat tertentu. Jadi DROPSHIPPER didefinisikan sebagai individu yang melakukan praktek retail dengan mengirimkan barang yang sudah dipesan (oleh customer) dari supplier utama langsung ke customer tersebut. Jadi bisa dikatakan Dropshipper adalah Reseller yang  tidak melakukan stok barang. Yang dilakukan para dropshipper umumnya menawarkan produk kepada calon pembeli (tanpa perlu menunjukkan fisiknya), dan jika customer setuju membelinya customer akan mengirimkan uang kepada pelaku dropshiper. Dropshipper lalu akan memesan barang kepada supplier utama dan meminta supplier langsung mengirimkannya kepada customer tersebut.

 

PERBEDAAN RESELLER DAN DROPSHIPER

Untuk memperjelas perbedaan antara Reseller dan dropshipper, kami coba buatkan rangkuman :

RESELLER :

  1. Menyediakan dana untuk membeli produk langsung dari supplier
  2. Memiliki Persediaan (stock) barang
  3. Produk yang dibeli dalam jumlah (cukup) banyak
  4. Mengirimkan langsung kepada customernya. (ada biaya proses packing dll)

 

DROPSHIPPER :

  1. Tidak perlu menyediakan dana untuk membeli produk langsung dari supplier
  2. Tidak memiliki Persediaan (stock) barang
  3. Jumlah Produk yang dibeli disesuaikan dengan orderan customer
  4. Tidak Mengirimkan langsung kepada customernya. (tidak mengeluarkan biaya packing)

 

Sistem apa yang akan dipilih pelaku ekonomi, tentunya dilandaskan pada kondisi dan tujuannya.

 Bahkan dalam perkembangannya, system penjualan dropshipper bisa dimanfaatkan sebagai jaringan sales bagi suatu usaha. Dimana sales tersebut bersifat lepas (freelance) atau bukan staff/pegawai dari perusahaan/supplier tersebut. Hal ini jelas memberikan keuntungan di kedua belah pihak. Dimana pihak perusahaan/supplier tidak perlu membayar gaji atas tenaga pemasaran, dan dari pihak dropshipper tidak pusing mencari modal dana, dan tidak repot melakukan manage stock atau mengirimkan barang.

 

Bagi rekan-rekan yang masih bingung mencari bisnis reseller/dropshipper yang teruji sukses.. Fanfi siap membantu. Kami menyediakan Baju Branded Sisa export yang lengkap baik anak dan dewasa, dalam jumlah/stock yang banyak. Dengan pengalaman kami selama 10 tahun dalam bisnis ini, kami memiliki jaringan supplier terpercaya dan menjamin kontinyuitas barang. Selama ini telah terbukti bahwa baju sisa export sangat digemari masyarakat dan sangat laris. Bisnis baju branded sisa export menjanjikan pemasukan yang rutin mengalir setiap hari.. SUDAH TERBUKTI!!




Komentar Artikel "PENGERTIAN RESELLER DAN DROPSHIPER"