CARA TANGANI PENYAKIT ANAK

1 tahun yang lalu    

CARA EFEKTIF TANGANI PENYAKIT LANGGANAN ANAK

Anak sakit batuk pilek? Sudah jadi langganan semua anak. Orang tua mana yang anaknya tidak pernah mengalami sakit batuk pilek? Panyakit langganan yang sering kita temui pada anak juga adalah penyakit asma, alergi serta Sinusitis.

Penyakit ipenyakit tersebut sudah familiar bagi dunia modern kita. Tapi tetap saja,  karena penyakit ini sering menjangkiti anak, tentu selain menyakiti sang anak, mengganggu tumbuh kembang anak, juga menjadikan suasana tidak enak seluruh keluarga. Resah dan kawatir pastinya.

Bunda jangan kawatir, ada  cara efektif untuk tangani penyakit langganan  pada anak. Cara ini tentu mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

1. HINDARI DEHIDRASI TUBUH UNTUK  RINGANKAN BATUK PILEK


Bila anak tidak terlalu terganggu dengan gejala batuk dan pilek,Anda tidak perlu terlalu khawatir.Misal,ia batuk dan pilek namun masih mau bermain lari-larian,aktif gesit dan mau makan.Ini pertanda infeksi masih ringan dan tidak parah.Dalam kondisi tersebut dapat di tunggu 3-5 hari,apakah anak membaik atau tidak.
Bila anak batuk pilek,berikan minum lebih banyak untuk mengencerkan lendir di tenggorokan nya dan tak mengalami dehidrasi.jangan lupa,di sarankan banyak istirahat agar daya tahan tubuhnya meningkat.Tak ketinggalan,konsumsi makanan bergizi seimbang.

Dapat saja di berikan obat batuk pilek yang di jual bebas.Tapi bila tidak ada perubahan,barulah perlu ke dokter.Yang jelas,hindari membeli antibiotik sendiri untuk mengobati batu pilek.Pemberian antibiotika yang tidak tepat justru akan membuat kuman/bakteri di dalam tubuh menjadi semakin resisten(kebal) terhadap antibiotik.

Bagi anak sedang batuk pilek,usahakan untuk tidak bersin atau di dekat orang lain.Bila anak sudah besar,upayakan menggunakan masker bila berdekatan dengan orang lain.Penularan batu pilek (common cold) adalah bila percikan halus ludah saat seseorang bersin atau batuk terhirup oleh orang lain yang ada di dekat nya.

Oh ya,batuk dan pilek dapat pula di sebabkan alergi.Biasanya tidak di sertai demam dan gejala batuk pilek hanya muncul saat tertentu misalnya malam hari.Karena itu,perhatikan pola batuk pilek pada anak sehingga dapat di ketahui kira-kira apa pencetusnya.


2. MATAHARI PAGI TANGKAL ALERGI DINGIN

Konon, berjemur di pagi hari dapat mencegah terjadinya gatal akibat alergi dingin. Berjemur di bawah sinar matahari menghangatkan badan sehingga terhindar dari hawa dingin. Sebenarnya,tak selalu saat suhu udara dingin, reaksi alergi dingin akan menyerang. jika tubuh dalam kondisi yang prima, bisa jadi si kecil tidak terpengaruh dan tidak mengalami gejala alergi seperti bersin maupun gatal-gatal. 
Nah, untuk menjaga tubuh dalam ko ndisi prima, tentu harus cukup gizi yang di serap, cukup olahraga,  dan cukup istirahat. Tiga unsur tadi yanga kan memberikan hasil maksimal dalam menjaga kondisi tubuh tetap prima. 

Ada pula anggapan bahwa untuk mengurangi alergi, anak di sarankan untuk berenang. Memang,renang tentu sangat baik bagi kesehatan dan banyak anak menyukainya karena bisa bermain air sepuasnya. Tetapi, ada satu hal yang perlu di perhatikan, terutama frekuensi berenang di kolam renang umum yang mengandung klorin. justru pada anak yang sensitif terhadap klorin dapat meningkatkan risiko alergi saluran pernapasan. 

Secara teoretis, Menurut dr. widodo judarwanto, Sp. A dari Children Allergy Center RS Bunda, jakarta alergi memang tak bisa di hilangkan, tetapi dapat di jarangkan frekuensi kekambuhannya serta di kurangi beratnya keluhan. Dengan pertambahan usia anak, di usia 6-7 tahun, misalnya pencetus alergi makanan biasanya akan semakin berkurang atau hilang. Namun, yang sering terjadi, orang tua justru terus memberikan nakanan pencetus alergi pada anak, dengan tujuan agar anak kebal dan tidak lagi alergi. Ini tidak benar dan tidak alan mengurangi gejala alergi, tetapi malah memperberat. 


3. KOMPRES HANGAT DI WAJAH REDAKAN SINUSITIS

Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus. sinusitis paling sering muncul setelah terjadi infeksi saluran pernapasan atas, misalnya flu (common cold). Menurut dr. Bono Humana Mahyudin,SpTHT-KL dari Brawijaya Women and Children Hospital, sinusitis butuh waktu 2-3 minggu untuk sembuh sepenuhnya. kondisi ini lebih lama di bandingkan penanganan pilek. 
Yang dapat anda lakukan pada anak dengan sinusitis yaitu perbanyak waktu istirahat anak, beri minum air hangat yang cukup, kompres wajah anak dengan handuk hangat.
Biasanya penderita sinus di berikan obat-obat pereda rasa sakit dan dekongesan.Jika setelah 1 minggu gejala yang di alami tidak kunjung membaik walau sudah di lakukan pengobatan atau makin memburuk sebaiknya periksa ke dokter. Kemungkinan dokter akan meresepkan antibiotik dan steroid semprot hidung. Untuk penderita sinusitis parah, obat antibiotik di berikan untuk mengendalikan penyebaran infeksi ke tulang di sekitarnya. 

Bila penyakit sinusitisnya sudah makin lanjut, pengobatan oral tak lagi mempan. Bahkan ada kemungkinan di butuhkan tindakan operasi sehingga ingus kental yang terjebak di dalam rongga sinus dapat di keluarkan. Operasi ini di sarankan bila penanganan sinusitis yang lain tak juga memberikan hasil. 
Sinus adalah rongga udara yang berada dalam tulang-tulang penyusun wajah kita, seperti tulang dahi, tulang hidung dan beberapa rongga tulang seputar hidung.Tujuannya untuk mengatur kelembapan udara yang masuk dal hidung. Rongga ini berhubungan dengan udara luar melalui saluran sempit. Akibatnya, suatu saat kita sedang batuk pilek,sinus ini bisa tersumbat menyebabkan peradangan sinus atau sinusitis.



4. BERENANG TURUNKAN INTENSITAS GEJALA ASMA 

Ada anggapan bahwa bila penderita asma sering ke pantai, kemungkinan kambuh akan berkurang. Memang, kadar oksigen di pantai lebih tinggi ketimbang di dataran tinggi. Karena itu, pantai di anggap baik untuk penderita asma. Akan tetapi, bukan berarti akan menyembuhkan. Udara pantai hanya dapat membuat asma pada penderita menjadi berkurang. Itupun dengan syarat, pantai yang di kunjungi harus bersih dan tak asa polusi udara. 

Bagaimana dengan berenang?olahraga ini menjadi salah satu kegiatan yang disarankan bagi penderita asma.Akan tetapi bukan berarti berenang bisa menyembuhkan/menghilangkan asma.Berenang secara rutin hanya dapat menurunkan intensitas gejala asma.

Secara umum,olahragamemberi efek memperbaiki kerja otot,khususnya otot pernapasan,serta dapat meningkatkan toleransi terhadap rangsangan yang dapat memicu asma.

Selain berenang,olahraga yang baik untuk penderita asma adalah yang waktunya pendek dan disertai jeda,seperti bersepeda,voli,dan senam.sebaliknya,olahraga yang berdurasi lama,seperti lari jarak jauh,sepak bola,hoki,dan basket,kurang dapat ditoleransi oleh tubuh penderita asma.
Meski begitu,penderita mesti berhati-hati.Pasalnya,di satu sisi olahraga dapat menurunkan intensitas asma,tapi di sisi lain olahraga dapat memicu serangan asma,khususnya di negara dengan kelembapan rendah.

Misal,ketika berenang,penderita asma bisa langsung merasa sesak.kemungkinan penyebabnya,penderita asma terangsang oleh air dingin atau kaporit.Faktor lain,asma yang di derita tergolong cukup berat,sehingga paru-paru sulit berfungsi secara optimal.Akibatnya,ketika berenang,tekanan air pada tubuh akan memperlemah fungsi paru-paru.

Menurut dr.Ika Fitriana, Sp.PD dari RS Umum Hermina Bekasi Barat,faktor lain yang juga perlu di perhatikan untuk penderita asma adalah makanan,seperti telur,kacang-kacangan,susu,makanan laut,unggas,cokelat.

 

 

Sumber NOVA TABLIOD

    

 




Komentar Artikel "CARA TANGANI PENYAKIT ANAK"