BER MODAL SAMPAH BISA BIKIN BANK

1 tahun yang lalu      Artikel

MODAL SAMPAH BISA BIKIN BANK

Ini kisah Sukses emak emak yang tekun dan sangat menginspirasi.

Dari sesuatu yang terlihat jorok berbau busuk, Aisyah bisa mengubah sampah jadi berguna dan menghasilkan uang.

Dari kaum difabel sampai narapidana di gamitnya kerja bareng. Dan Aisyah sepertinya tak mudah puas.
Tiga belas tahun berkarir sebagai tour guide tak membuat Aisyah Odist nyaman. Suatu hari mata dan hatinya terusik begitu melihat kampung halamannya di Mataram,NTB, kumuh dengan sampah yang berserakan di mana-mana.

Dari terusik,Aisyah mulai gerah melihat keadaan semacam itu.
Tapi, perempuan berusia 41 tahun ini tak berhenti sampai terusik dan gerah. Ia bertekad membantu masyarakat untuk mengubah cara hidup yang tak baik itu.
Dengan penuh keyakinan, pekerjaan sebagai tour guide pun ditinggalkan.
Aisyah beralih profesi sebagai pengabdi lingkungan: Mengelola sampah

Hasilnya? Barang-barang cantik: Dari mulai tas anyaman,boneka Jepang, wadah buah,berbagai jenis dompet, dan lainnya. Kemudian, hasil olahan sampah ini dipasarkannya ke hotel-hotel, pameran UMKM, dan laku!

Semua itulah" bayaran" dari jeri payahnya yang tak mau menunggu waktu lama. Dibantu 2 teman, ia melakukan studi banding ke beberapa kota besar di indonesia. Mereka mempelajari cara mengelola sampah menjadi 1 sesuatu yang berguna dan membagikan ilmunya kepada warga sekitar. Sekaligus membuktikan, bahwa jika diolah benar sampah masih memiliki nilai ekonomis, sekaligus membuat bersih dan sehat lingkungan tempat tinggal.

" yang kugunakan saat itu sampah plastik tak disangka, ketertarikan masyarakat terhadap barang-barang dari hasil sampah sangat tinggi banyak wisatawan asing maupun lokal yang memborong nya. Nah, hal ini yang makin membuat saya percaya, jika olahan sampah ternyata bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi," ungkap Aisyah
Namun Aisyah belum berhenti.

CARA BIKIN BANK SAMPAH.

 

Setelah eksperimennya berhasil, aisyah mulai mengajak warga sekitar agar mau mengolah sampah bersama menjadi berbagai kerajinan tangan kreatif. Pelan-pelan, aisyah berkeliling ke rumah-rumah warga di sekitaran tempat tinggalnya di Banjar selaparang,Ampenan,Mataram,Nusa Tenggara Barat.ia mengedukasi para ibu bahwa sampah punya kegunaan jika dikelola dengan benar. Selain miris karena banyaknya sampah, aisyah berharap usahanya ini bisa membantu perekonomian warga lewat hasil karya pengelolaan sampah.

Namun, seperti banyak kisah yang dilakukan Aisyah, memang tak mudah. Sulit betul ia mengajarkan para ibu untuk mau mengelola sampah." jangankan mengolah, mendengarkan saya saja mereka masih enggan. Tapi saya tidak menyerah saya terus mencari. Cara agar mereka aja mau diajak belajar bersama," kenangnya.

Siasat pun dibuat Aisyahh. Ia buka dompet. Diberinya Rp 20.000 per hari untuk ibu yang mau belajar bersamanya selama beberapa hari tentang sampah.
Cara itu ampuh. Banyak ibu yang jadi bersemangat belajar." selain edukasi, di situ saya Mulai mengajarkan mereka juga cara mengolah sampah menjadi berbagai macam kerajinan kreatif."
Setelah kesadaran warga mulai tumbuh,minat mereka untuk bersama mengolah sampah pun meningkat.Hingga pada 2011 Aisyah membuat Bank.
Bank???
Iya, tapi bank sampah, yang bisa digunakan gitar warga sekitar untuk menyetor sampah,sampai mengolahnya hingga menjadi beragam kerajinan tangan kreatif,
Sampah yang disetor ke bank sampah ini adalah sampahyang tak punya nilai jual," tugas Aisyah
Sampah warga makin semangat dalam menyetor sampah. Karena, selain sampah mereka bisa didaur ulang, Aisyah juga membayar Setiap warga yang menyetor sampah,seolah mereka sebagai nasabah.Bayarannya bervariatif,mulai Rp 1.000 hingga Rp 5.000 per 100 lembar sampah plastik yang disetor." mereka bisa mengambil uangnya langsung atau sistem akumulasi perbulan," seloroh Aisyah.
Jika akumulasi per bulan, warga bisa mengambil bayaran dalam bentuk keringanan Lain, seperti pembayaran uang kontrakan, beras, atau biaya cek kesehatan.


Lantas,dari mana aisyah mendapat uang untuk membayar para warga hingga sebanyak itu?
"Awalnya pakai uang saya, tapi ketika beberapa kerajinan tangan berbahan dasar sampah sudah mulai laku terjual,uang hasil penjualannya subsidi silang untuk memberi imbalan para warga dan pegawai yang bekerja di bank sampah," ujar Aisyah

 

BANK SAMPAH BISA PUNYA PEGAWAI

 

Iya. Selain memiliki peralatan untuk  mendaur ulang sampah hingga proses pengolahan bisa dilakukan di sana, bank sampah milik Aisyah dan warga banjar Selaparang punya banyak pekerja tetap. Mereka yang siap membuat berbagai tangan kreatif.total ada 11 pegawai lepas yang bekerja bank sampah dan 8 pegawai lainnya. Khusus pegawai tetap, mereka adalah kaum difabel yang dipercaya untuk membantu membuat berbagai membuat kerajinan.
Selain itu, Aisyah juga menggamit para nara pidana di sekitar tempat tinggalnya untuk membantu mengolah sampah menjadi suatu kerajinan kreatif." bahan dasar kami kirim dari bank sampah. Setiap 2 bulan sekali kami ambil hasil karya mereka," cetus aisyah.
Hebatnya, produk-produk kreatif yang di hasilkan dari bank sampah ini sukses menembus pasaran. Bahkan di tahun ke kedua sudah menembus pasar internasional di Jerman, jepang dan Australia yang rutin mengimpor produknya.
Lagi-lagi, Aisyah Tak juga lelah.

DARI SAMPAH JUGA BISA BIKIN PUPUK


Aisyah berlanjut mengembangkan Jenis sampah lain untuk diolah. Yaitu sibuk sampah organik dari sisa pembuangan rumah tangga, hotel atau restoran. Nantinya, sampah ini akan diolah bersama Mitra bank sampah lain yang telah bekerja sama dengannya untuk pupuk kompos.

" ilmu pengolahan sampah organik sudah saya pelajari beberapa tahun lalu, saat mengikuti studi di Jepang. Jadi disini tinggal realisasi saja. Kebetulan rekan di Jepang mau bekerja sama untuk membeli hasil pupuk kompos olahan kami nantinya. Dan akan berjalan pada 2018 mendatang. Kini, kami Tengah bersiap diri," kata Aisyah semangat.
Dasar Aisyah tak betah berdiam diri. Sementara menunggu, ia Belum lama ini, tepatnya Juli 2017, bersama para kepala rumah tangga mengubah wajah kampungnya itu dari yang tadinya terkesan kumuh jadi berwarna-warni.Aisyah mengaku, ia tak begitu sulit ketika mengajak para warga untuk bersama- sama mendekorasi.

" saya bersyukur mereka sudah sadar akan keberadaan sampah. jadi ketika diajak mendekorasi mereka Langsung setuju. Untuk dekorasinya sendiri, saya hanya menyediakan chat," tambah Aisyah.
Alhasil, kampung tempat tinggal Aisyah jadi kawasan yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar pulau untuk berkunjung namanya. Kampung Wisata Kreatif Sampah Terpadu( kawis Krisant).
Sampah tak lagi jorok, bahkan menjadi entah besokuna. Kampungnya pun tak lagi kumuh, bahkan sekarang jadi sedap dipandang mata. Sudah Puaskah Aisyah?
Mungkin untuk sementara.Entah besok. Toh ia menanti piagam, medali, atau selembar penghargaan formal dari siapapun juga.

Sumber NOVA TABLOID




Komentar Artikel "BER MODAL SAMPAH BISA BIKIN BANK "