Bagaimana Mencegah Persaingan Anak Antar Saudara

1 tahun yang lalu      Artikel

PERSAINGAN ANAK ANTARA SAUDARA

 

Persaingan anak - yang disebut Sibling rivalry adalah kompeti si antarsaudara kandung, .baik berjenis kelamin sama atau berbeda, yang diwarnai rasa iri, cemburu, dan persaingan. Bersaing untuk mendapatkan sesuatu, seperti perhatian ibu atau mainan baru.kognisigdan mental anak, persaingan antarsaudara kandung dapat menurun karena ia sudah Iebih dapat berpikir tentang kondisi yang terjadi di sekitarnya. Akan tetapi, Bersaing bisa pula untuk membukti-' persaingan bisa pula berlanjut kan sesuatu, seperti paling berprestasi, paling banyak teman dan lain-lain.

 Menurut Rehnianty Octora Barus, M.Psi.,Psi., Student Advisory Center Universitas Bina Nusantara,Jakarta, beberapa penelitian menunjukkan ° kecenderungan persaingan antar saudara kandung terjadi pada kakak dan adik yang berjenis ikelamin sama. Misal, kakak 'laki-laki bertengkar dengan adik laki-Iaki karena 'berebut mainan. Atau, adik perempuan kesal pada kakak perempuan yang merasa berkuasa dan banyak mengatur. Meski demikian, tak tertutup kemungkinan persaingan terjadi pada sautiara kandung yang berbeda jenis kelamin.

HINDARI PREDIKAT ANAK FAVORIT UNTUK MENCEGAH PERSAINGAN ANAK

Persaingan antar saudara kandung dapat terlihat sejak ibu mengandung calon anak kedua. Beberapa anak sulung akan menunjukkan sikap senang dengan calon adik baru, namun beberapa menunjukkan sikap makin rewel, menolak berpisah dengan ibu dan lain-lain.

 "Setelah anak kedua Iahir, anak pertama melihat kasih sayang dan perhatian orangtua tercurah pada anggota baru di keluarga. la tak lagi menjadi paling istimewa dan berkuasa. la kini harus berbagi dengan adik. Waktu bermainnya dengan ayah dan ibu berkurang. Barang barang lama nya digunakan adik baru dan keinginan nya tak lagi di utamakan. Ini yang memunculkan persaingan dengan adik demi mendapatkan perhatiandan kasih sayang orang tua.

Seiring berkembang nya fisik kognisi dan mental anak. Persaiangan antar saudara kandung dapat menurun karena ia sudah dapat berpikir tentang kondisi yang terjadi di sekitar. Akan tetapi, persaingan bisa pula berlanjut sampai dewasa.  "Bentuk persaingan antar saudara kandung saat masih anak-anak,remaja, dan dewasa dapat berbeda terkait  kebutuhan yang juga berbeda dalam setiap i tahap perkembangan. Ketika masih anak-anak,” yang diperebutkan adalah mainan atau Waktu bermain dengan orangtua,” terang Rehnianty. `

Beranjak remaja, mereka mulai mencari jati diri dan independensi. Ada penyesuaian akan perubahan fisik, sosial, dan emosi. Persaingan antar saudara kandung muncul dalam bentuk bentrokan peran dan tanggung jawab. "Salah satu menganggap tugas dan perannya tidak sebanding dengan yang lainnya, orangtua dianggap berlebihan atau tidak adil dalam membagi tugas. Misal, kakak perempuan ‘memberontak’ karena selalu ia yang ditugaskan mencuci piring. Sementara adik laki-Iakinya boleh langsung nonton teve sehabis makan. Adik perempuan cemburu pada kakak laki-laki yang mendapat kebebasan Iebih banyak dari orangtua tentang jam malam.

”Menjelang dewasa, individu dihadapkan pada berbagai  tantangan dan perubahan Iainnya. Memilih jurusan di perguruan tinggi, merencanakan pekerjaan mulai mandiri secara finansial, dan sebagainya. “persaingan bisa berbentuk usaha

 WASPADAI PERILAKU AGRESIF ANAK SAAT PERSAINGAN TERJADI

 Tentu perlu perhatian Iebih Ianjut jika ada ketegangan dan konflik terus-menerug antarsaudara kandung yang sulit diatasi. "Apalagi muncul perilaku agresif terhadap saudara kandung yang. makin meningkat dalam hal kuantitas dan intensitas, Seperti memukul, menendang, mencakar, dan, merusak milik saudara kandung."Selain perilaku-perilaku tersebut, hal meningkat lainnya yang perlu diperhatikan adalah' sikap tidak' mau berbagi dengan saudara kandung, tak mau membantu saudara kandung, dan sering mengadukan kesalahan saudara kandung ke orangtua.Persaingan antarsaudara kandung yang kurang diatasi dengan baik dapat berdampak pada diri anak, interaksi dengan orangtua, interaksi V dengan saudara kandung dan interaksi dengan lingkungan di Iuar keluarga.

Ini berkaitan dengan cara pandangnya terhadap kebutuhan pribadi dan respons orang sekitar dalam memenuhi kebutuhannya itu. Jika anak melihat kebutuhan .saudara kandungnya Iebih terpenuhi dari pada kebutuhan pribadinya, ia bisa merasa cemburu “Perilaku` yang muncul bisa bermacam-macam: Iebih sering merengek atau cengeng, Iebih sering berulah, mungkin ngompol lagi padahal sebelum nya sudah tak mengompol. Itu adalah usaha mencari perhatin orang tua agar kebutuhan nya di penuhi kembali.

Saat anak lebih besar ia mungkin kurang percaya diri, minder, atau menarik diri. Interaksi dengan orng tua dapat terganggu juga anak bisa jadi lebih dependen atau malah lebih agresif pada orangtua, terutama ibu. “ Hubungan orang tua menjadi kurang hangat dan menyenangkan Hubungan kakak adik bisa renggang malah saling bermusuhan. Padahal saudara kandung menjadi sumber dukungan, tempat berbagi, dan teman yang baik.

lnteraksi anak dengan lingkungn Iuar pun bisa terganggu. Di sekolah mungkin saja anak kurang bergaul beberapa kali bertengkar dengan teman sekelas, kurang bisa menyesuaikan diri, dan sebagainya.

CARA MEMINIMALKAN PERSAINGAN ANAK 

Orangtua memegang peran penting meminimalkan dampak persaingan antar saudara kandung. Bagaimana caranya?

  1. Hargaikeunikan setiap anak.

Salah Satu, perilaku`yang cukup sering dilakukan 'orangtua adalah membanding-bandingkan. “Kakak kamu itu'enggak pernah ngerepotin Mama!", “Contoh dong adik kamu, juara terus di kelas". Maksud orang tua mungkin untuk memotivasi anak supaya Iebih baik, tetapi disadari atau tidak, ini pelan-pelan menumbuhkan rasa ir'i dan tidak suka pada saudara kandungnya.

“Setiap anak perlui mendapat penghargaan akan keunikan pribadinya. Dua atau tiga orang anak lahir dalam keluarga yang sama, menurtinkan gen yang sama tetapi bisa berbeda dalam hal kemampuan intelektual, bakat, minat, dan kepribadian.”

  1. Bari perhatian dan kasih sayang yang proporsional untuk setiap anak.

Bersikap adil pada setiap anak akan sulit sekali dilakukanjika mengartikan adil sebagai memperlakukan setiap anak sama. Setiap anak berhak mendapat porsi untuk kasih sayang dan perhatian orang tua, sediakan waktu berinteraksi dengan tiap anak. “Hindari adanya ‘anak favorit ayah’ atau ‘anak emas ibu’ akan membantu anak merasa di perdulikan dan disayangi”. Tegas Rehnianty.

  1. Akui dan terima perasaan setiap anak, termasuk perasaan kesal atau marah.

Wajar jika -anak ‘merasa kesal pada orangtua atau saudara kandungnya. Mengabaikan begitu. saja perasaan' anak akan menyakitinya. Mengakui perasaan anak saat itu tanpa menghakimi benar atau salah akan membantu anak belajar menguasai emosinya. Anak akan belajar bahwa meski ,ia kesal pada adik kakaknya, tak harus diikuti dengan memukul saudara kandungnya.

  1. Tangani konflik antar adik-kakak dengan bijak.

Saat anak-anak bertengkar, orangtua sebaiknya tidak segera "lompat” mengatasi masalah. Biarkan mereka berusaha menyelesaikan dulu. Jika orangtua intervensi, sebaiknya tak membela yang satu dan menyalahkan yang lain, misalnya: “Kakak harus mengalah dengan adik". Mencari siapa yang benar dan 'salah akan memunculkan perasaan bersalah di salah satu anak dan perasaan berkuasa' pada anak Iainnya. Lama-kelamaan yang satu merasa di sisihkan dari yang lain, merasa diperlakukan tidak adil, pada akhirnya berdampak pada persaingan yang makin tidak sehat.

“Orangtua perlu peka menghadapi konflik yang terjadi di antara anak anak. Cara mengatasi konflik yang diterapkan orangtua dapat menjadi nilai-nilai yang dipegang anak saat mereka dewasa nanti. Mereka bisa belajar mendengar perspektif orang lain, bernegisiasi, dan mengontrol diri.”

Persaingan Mantarsaudara kandung mungkin tidak dapat dihindari tetapi bisa diatasi dengan cara yang sehat. "Hubungan dengan saudara kandung adalah salah satu relasi yang paling Iama dimiliki, selain hubungan dengan orangtua. Memiliki hubungan yang mendalamdan bermakna dengan saudara kandung akan menjadi salah satu dukungan utama saat seseorang mengalami kesulita, tantangan, dan perubahan hidup,” pesan Rehnianty.

Sumber : NOVA         

Mencari baju anak terbaik untuk kecintaan para bunda?  Koleksi terbaik ada di Fanfi Fashion shop.

FANFI FASHION SHOP = PUSAT BAJU ANAK BRANDED MURAH BANDUNG

 Kami menyediakan aneka baju anak BRANDED baik Baju anak dan baju bayi. Produk berkualitas dengan harga Murah terjangkau. Supplier Baju Anak Impor Murah Tangan Pertama langsung dari Pabrik Cina. Jual secara Ecer, Grosir dan Partai. Menerima Reseller baju dan Dropship.

 Hubungi kami : WA : +62 -8122373-4994 atau 0813-2123-8833 atau 0812-2238-9290,  Taman Pondok Mas Indah Ruko No, 18. Baros, Cimahi. Jawa Barat. Indonesia.

 Untuk dapatkan berbagai BONUS danVOUCHER DISKON, JOIN SEGERA Sebagai RESELLER Kami,   DI : WWW.FANFIFASHION.CO.ID

 Update koleksi Baju Terbaru dengan mengikuti akun kami di :

WWW.INSTAGRAM.COM/FANFIFASHION

 Atau akun facebook kami :

  1. JUAL BAJU ANAK BRANDED, https://business.facebook.com/bajuanakbrandedfanfi/
  2. BAJU BRANDED MURAH, https://business.facebook.com/Pusatbajubrandedmurah/
  3. JUAL BAJU ANAK BRANDED BERKWALITAS, https://www.facebook.com/bajuanakberkualitasfanfi/
  4. BAJU BRANDED JUNIOR, https://business.facebook.com/bajuanakbrandedmurahbandung/
  5. BAJU ANAK FANFI FASHION, https://business.facebook.com/GrosirBajuAnakBrandedFanfi/
  6. BAJU ANAK FANFI , https://www.facebook.com/grosirbajuanakfanfi /

 dapatkan free ongkir dan permudah belanja melalui cicilan dengan order via toko kami di

https://shopee.co.id/fanfifashion

Sibling rivalry, persaingan antar anak, iri anak, pengasuhan anak, bimbingan anak, 

Baju Anak Fanfi,Fanfi Baju Anak,Grosir Baju Anak Cimahi,

Pusat Baju Murah Bandung,Pusat Grosir Baju Anak Bandung,

Baju Anak Sisa Export,Supplier Baju Anak Import Tangan Pertama,

Dress Anak Premium Fanfi,Baju Anak Premium Fanfi,

 

 




Komentar Artikel "Bagaimana Mencegah Persaingan Anak Antar Saudara"