ANAK MASUK SEKOLAH, PERLU PERLENGKAPAN SEKOLAH BARU?

1 tahun yang lalu      Artikel

HARUSKAH PUNYA PERLENGKAPAN SEKOLAH BARU?

Tahun ajaran baru tidak selalu berarti harus sepatu baru,tas baru,dan baju baru,Bisa jadi momen mangajar anak untuk peka dan bertanggung jawab

Tidak selalu harus baru kok”kata psikolog Aurora Lumban Touruan,M.Psi.untuk hal-hal atau keperluan sekolah anak yang bersifat primer dan wajib,sebaiknya memang di belikan yang baru.contoh seragam sekolah.sementara untuk keperluanatau barang-barang tambahan yang lebih karena anak pingin,sebaiknya di dialogkan antara anak dan orang tua,apalagi jika anak sudah cukup besar.

“Bicarakan,seberapa penting barang-barang tersebut.jangan-jangan kita bisa memodifikasi barang-barang lama atau mencari alternatif.Misalnya memberikan aksen baru pada tas lama,tapi masih berfungsi baik,”saran Aurora

Selama ini,banyak yang menganggap perlengkapan sekolah yang serba baru akan membuat anak lebih bersemangat masuk sekolah,apalagi pada anak-anak yang baru masuk sekolah atau melanjutkan sekolah ke jenjang berikut,misalnya dati TK ke SD

“sebaiknya orang tua meletakkan semangat bersekolah itu bukan pada hal-hal yang sifatnya materi seperti tas atau sepatu baru,tetapi lebih pada aktivitas atau hal-hal baru yang bakal di temui anak di sekolah.Misalnya semangat karena akan menemukan pelajaran-pelajaran baru,teman-teman baru,atau pengalaman-pengalaman baru di sekolah.jadi,tidak hanya berkutat pada perlengkapan sekolah baru atau hal –hal yang bersifat materi lain,”tambah psikolog yang berpraktik pribadi di bilangan Otista,Jakarta Timur ini.

Tentu saja,jika memang perlengkapan sekolah anak sudah rusak atau tidak berfungsi lagi,anak harus di belikan yang baru.Atau anak memang butuh perlengkapan cadangan.”intinya ajak anak berdiskusi tentang seberapa pentingnya membeli perlengkapan sekolah baru,masih berfungsi atau tidak,sekaligus melatih tanggung jawab anak terhadap barang-barang miliknya.”

Misalnya,lanjut Aurora ,”jika anak mau perlengkapan sekolah yang baru sementara perlengkapan sekolah itu ternyata bukan prioritas,ajak anak untuk menabung.khususnya untuk barang-barang atau perlengkapan sekolah yang sifatnya tambahan,Misalnya,sepatu bebas,bukan sepatu seragam.”

Perlengkapan sekolah dari Barang lungsuran

Bagaiman dengan barang lungsuran? terkadang,orang tua tidak membelikan anak perlengkapan sekolah eks sang kakak alias lungsuran.Misalnya untuk menghemat pengeluaran.

Kalau memang orang tua tidak punya biaya,ya,tidak masalah.tapi,jika mau memberikan barang-barang lungsuran,sebaiknya ajak anak ngobrol.balik lagi ke masalah apakah perlengkapan-perlengkapan sekolah yang di lungsurkan itu memang masih berfungsi dengan baik.kalau memang masih bagus dan berfungsu baik,tidak ada masalah.

Yang harus di cermati,orang tua juga harus memperhatikan faktor gap yang mungkin bakal di alami anak ketika ia memakai perlengkapan sekolah lungsuran sang kakak.”jangan sampai gap dengan teman-teman sekolahnya jadi terlalu besar,sehingga malah menggerus rasa percaya diri anak.”jelas pemilik akun twitter @pakarpsikologi dan membuka konsultan di web pakarpsikologi.com

Selain itu,memberikan perlengkapan lungsuran juga akan membuat anak jadi tidak punya kesempatan untuk memilih dan bertanggung  jawab dengan pilihannya.pada hal,ini juga penting.jika anak terlalu sering memperoleh perlengkapan sekolah atau barang-barang lungsuran,maka bisa jadi ia tidak akan mampu atau terbiasa membuat pilihan.

“padahal sebetulnya anak sendiri tidak suka atau tidak cocok dengan barang lungsuran,tapi tidak punya pilihan lain,Misalnya tas lungsuran yang sudah berkurang fungsinya atau baju yang sebetulnya tidak begitu nyaman di kenakan.kan,kasihan juga.sebaiknya yang lungsuran itu jadi cadangan saja.”

Membelikan perlengkapan sekolah baru sebaiknya juga memperhatikan aspek keinginan anak.Misalnya anak pingin punya sepatu atau tas baru seperti milik temannya.lagi-lagi,ajak anak berdiskusi,seberapa perlu ia membeli barang seperti milik temannya.Misalnya,anak naik ke kelas 2,”orang tua bisa berdiskusi,misalnya jika tasnya masih baru.sampaikan bahwa anak tidak perlu membeli tas baru,lebih-lebih hanya karena pingin seperti temannya,karena tas yang lama masih bagus dan berfungsi baik.”

Orang tua harus mengajarkan anak untuk peka dan bersikap kritis.”katakan bahwa anak tidak selalu bisa mengikuti teman-temannya.Misalnya dengan mengatakan,Mama bangga kok kalau kamu bisa menjaga barang kamu supaya awet.”

Tetapi,yang jauh lebih penting,balik ke role model,ke pola belanja keluarga,terutama orang tua.Apakah si ibu sering membeli tas baru?”kalau orang tua meminta anak untuk memakai tas yang lama sementara ibunya sendiri setiap 3-4 bulan beli tas baru,tentu itu bukan role model yang baik.jangan heran kalau anak akhirnya juga hobi minta barang baru.orang tua harus memberi contoh.”

(HASTO PRIANGGORO)

 

------------------------

FANFI FASHION SHOP

Sebagai Distributor Baju Anak Branded terlengkap : Fanfi Fashion telah mensuplai baju ke berbagai daerah di Indonesia.

Kami menyediakan aneka baju anak Branded baik Baju anak dan baju bayi. Produk berkualitas dengan harga Murah terjangkau. Supplier Baju Anak Branded Murah Tangan Pertama langsung dari Pabrik Cina. Jual secara Ecer, Grosir dan Partai. Menerima Reseller baju dan Dropship.

Hubungi kami :

WA : +62 -8122373-4994 atau 0813-2123-8833 atau  0812-2238-9290

Taman Pondok Mas Indah Ruko No, 18. Baros, Cimahi. Jawa Barat. Indonesia.

Pusat Baju Murah Anak, Grosir Baju Anak Cimahi, 

 --------------------------

Jual baju Branded murah tanah abang, Jual baju Branded murah tangan pertama, Jual Baju Branded Murah, Jual baju Branded online murah, Jual baju Branded Pria, Jual baju Branded ready stock, Jual Baju Branded, Pakaian Anak Branded, Reseller Baju anak Branded Murah Tanpa Modal, Reseller baju Branded, Supplier baju anak Branded murah ready stock, Supplier baju anak Branded Murah Tangan Pertama Bandung, Supplier baju anak Branded Murah Tangan Pertama, Supplier baju Branded, Supplier baju Branded JAKARTA, Supplier baju Branded anak, Supplier baju Branded Bandung,




Komentar Artikel "ANAK MASUK SEKOLAH, PERLU PERLENGKAPAN SEKOLAH BARU?"